Diskusi Dengan BSKJI, Perwakilan PERPRINDO Beri Masukan Bagi Kemajuan Industri

Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (PERPRINDO) menyambangi Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian pada 12 November lalu. Kunjungan ini menjadi upaya PERPRINDO dalam menjalankan salahsatu misinya sebagai mitra diskusi pemerintah dalam berkontribusi bagi kemajuan industri pendingin dan tata udara di Indonesia

Diterima langsung Emmy Suryandari selaku Kepala BSKJI, dalam diskusi antara dua pemangku kepentingan dalam industri tata udara dan refrigerasi ini, PERPRINDO memberikan berbagai masukan bagi kemajuan industri. Termasuk didalamnya, terkait dengan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), dari proses pengurusan hingga berbagai hal yang menyertainya.

Dalam diskusi hangat ini, Budi Mulia selaku Ketua Umum PERPRINDO menyampaikan, PERPRINDO sangat mendukung penerapan SNI. Keberadaan standar dari pemerintah ini, menurutnya, memberikan jaminan bagi konsumen dalam kualitas dan keamanan bagi tiap produk refrigerasi dan tata udara yang beredar di Indonesia. Sementara bagi pelaku industri, keberadaan SNI juga memberikan dampak positif pada semakin sehatnya kompetisi dalam industri. Hal yang dalam gilirannya memacu inovasi dari tiap pelaku industri untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Sambutan baik BSKJI akan kunjungan PERPRINDO sendiri tercermin dalam diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif diantara pesertanya. Menjadi bagian rombongan PERPRINDO termasuk Michael Budiman selaku Wakil Ketua PERPRINDO bidang Air Conditioner beserta dengan perwakilan dari berbagai perusahaan yang menjadi anggotanya.

Lebih lanjut Budi Mulia menyatakan, PERPRINDO akan secara aktif mensosialisasikan berbagai hal yang didapat dalam diskusi ini, kepada seluruh anggotanya. Termasuk didalamnya, mendorong untuk semakin bersinergi dengan pemerintah melalui kepatuhan dalam berbagai regulasi yang ditujukan bagi kemajuan industri khususnya tata udara dan refrigerasi.

Galery Lain






PERPRINDO Siap Kawal Pertumbuhan Industri Tata Udara dan Refrigerasi lewat Tenaga Terampil Tersertifikasi

Pertumbuhan industri pendingin dan tata udara yang cepat, membutuhkan tenaga terampil tersertifikasi agar daya saing nasional dapat meningkat. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion bertema “Elektronik Indonesia: Dari Pelaku Usaha untuk Masa Depan Indonesia” pada 7 November 2025. Bertempat di salahsatu ruangan di gedung DPR Nusantara I, Prof. Dr Darmadi Durianto selaku anggota DPR RI Komisi VI memimpin langsung forum diskusi ini.

Forum diskusi ini mempertemukan tiga asosiasi besar dalam industri pendingin dan tata udara. Selain PERPRINDO yang menjadi asosiasi bagi perusahaan pendingin refrigerasi di Indonesia, hadir pula APITU dan ASISI Nusantara yang dikenal sebagai dua asosiasi besar bagi tenaga ahli dan teknisi refrigerasi serta tata udara.

Dalam diskusi, Darmadi Durianto yang juga dewan pembina PERPRINDO menyatakan, pentingnya tenaga kerja terampil dan tersertifikasi ini akan menentukan masa depan industri tata udara dan refrigerasi di Indonesia. Tak hanya ditentukan oleh teknologi, menurutnya, kemajuan industri akan sangat dipengaruhi kualitas manusia yang terlibat. Termasuk didalamnya, para tenaga ahli dan teknisi.

Ditengah diskusi yang sama, Budi Mulia selaku ketua umum PERPRINDO juga menekankan tentang pentingnya penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Regulasi yang telah baik dibentuk pemerintah ini, perlu upaya bersama dalam menjaga penerapannya.

Dukungan PERPRINDO pada TKDN, menurut Budi Mulia, karena keberadaannya memberikan dampak positif bagi kemajuan industri dalam negeri. Tak hanya industri utama, namun pula bagi perkembangan UMKM sebagai industri pendukung. Dalam skala besar, hal ini menurutnya juga bakal berimbas positif bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia ke depan.

Berbagai topik terkait pun mengemuka dalam diskusi yang berlangsung sangat interaktif ini. Dari kebutuhan peningkatan pelatihan dan sertifikasi, hingga perlunya kebijakan fiskal yang berpihak pada pengembangan tenaga kerja. Hasil diskusi lintas asosiasi ini, akan menjadi bahan masukan berarti bagi pemerintah untuk dapat menyusun peta jalan yang lebih terarah bagi pengembangan SDM industri pendingin dan tata udara.

Mari, bersama PERPRINDO, kita dukung terus kemajuan berkelanjutan bagi industri pendingin dan tata udara di Indonesia lewat pengembangan SDM didalamnya.

Galery Lain






BSKJI Siap Dukung PERPRINDO Dalam Pemenuhan Regulasi Baru SNI

Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) pada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia akan memberikan dukungan pada para pelaku usaha anggota PERPRINDO dalam pengurusan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini terkait dengan telah diberlakukannya pembaruan regulasi SNI bagi produk elektronik rumah tangga pada Juli lalu.

Pernyataan ini diungkap Andi Rizaldi, selaku kepala BSKJI saat menerima perwakilan PERPRINDO di kantor Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada 22 Agustus lalu. Dikatakannya, dukungan ini diantaranya mencakup konsultasi pada tahapan pemenuhan berbagai dokumen sesuai yang dipersyaratkan dalam regulasi baru SNI.

Kehadiran perwakilan PERPRINDO dalam pertemuan tersebut, dipimpin langsung oleh Budi Mulia selaku Ketua Umum. Turut mendampinginya, Michael Budiman selaku Wakil Ketua Bidang Air Conditioner, Andy Arif Widjaja sebagai Sekretaris Jendral PERPRINDO serta Ristyani Sri Yudhiarti dari bidang Humas dan Government Relations PERPRINDO.

Dalam pertemuan tersebut, PERPRINDO menyampaikan berbagai masukan terkait regulasi baru dalam pemenuhan SNI. Termasuk implementasinya bagi perusahaan pemegang Angka Pengenal Impor Umum (API-U) dan Angka Pengenal Impor Produsen (API-P).

Menanggapi paparan yang disampaikan perwakilan PERPRINDO ini, Andi Rizaldi menyatakan, berbarengan dengan dukungan, pihaknya juga akan sangat terbuka pada setiap aspirasi dari para pelaku usaha berkaitan dengan regulasi baru SNI. Dikatakannya, hal ini menjadi upaya dalam memastikan kepatuhan pada regulasi SNI yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memajukan sektor industri Indonesia.

Mendapat penerimaan baik dari BSKJI, Budi Mulia menyatakan, kepatuhan dalam pemenuhan SNI menjadi bagian komitmen PERPRINDO. Hal ini sejalan dengan visi dan misi asosiasi yang menaungi perusahaan pendingin refrigerasi di indonesia ini dalam menjadi mitra pemerintah bagi kemajuan industri dan pasar perangkat pendingin dalam negeri.

Menjadi langkah lanjutan dari pertemuan ini, Budi Mulia menyatakan, dirinya akan terus memperluas sosialisasi berbagai hal terkait pembaruan SNI ini kepada para anggota PERPRINDO. Berbarengan dengannya, menjembatani aspirasi para pelaku usaha anggota PERPRINDO dalam pemenuhan SNI untuk pengembangan usahanya.

Galery Lain






PERPRINDO Dukung Penuh APITU Perluas Kehadiran Praktisi HVACR Yang Kompeten dan Tersertifikasi

PERPRINDO memberikan dukungan penuh bagi Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) dalam upayanya untuk memperluas kehadiran praktisi HVACR yang kompeten dan tersertifikasi. Hal ini diungkap Budi Mulia selaku Ketua Umum PERPRINDO saat memberikan sambutan dalam pembukaan Seminar dan Expo APITU Berbagi XIII yang berlangsung di Cisarua, Bogor (13/08).

Berbicara di hadapan lebih dari 700 peserta dalam kegiatan tersebut, Budi Mulia menyatakan, dukungan ini sejalan dengan misi PERPRINDO dalam menaungi dan membimbing teknisi mesin pendingin Indonesia. Hal yang sejalan pula dengan upaya pemerintah melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang mendorong sertifikasi bagi para praktisi di berbagai bidang pekerjaan. Termasuk didalamnya industri pendingin dan tata udara.

Menjadi simbol kuat bagi dukungan ini, kehadiran Budi Mulia dalam agenda besar tahunan yang dihadiri anggota APITU dari berbagai daerah di Indonesia bersama dengan pengurus puncak PERPRINDO. Yaitu Michael Budiman selaku wakil ketua PERPRINDO bidang Air Conditioner dan Andy Arif Widjaja selaku Sekretaris Jendral PERPRINDO.

Tercatat sebagai anggota luar biasa PERPRINDO, APITU menjadi mitra strategis PERPRINDO dalam upaya mendorong kemajuan pasar dan industri pendingin dan tata udara di Indonesia. Hal ini tak lepas dari keanggotaan APITU yang terdiri dari teknisi independen, akademisi, pelaku usaha maupun pelaku industri dalam bidang pendingin dan tata udara di Indonesia.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Budi Mulia menyatakan, PERPRINDO bakal meningkatkan kolaborasinya dengan APITU dalam hal pengembangan kompetensi teknisi. Lebih dari upaya peningkatan kepuasan konsumen, kolaborasi dilakukan dalam kerangka besar pembentukan sumber daya manusia praktisi pendingin tata udara yang unggul, modern, berorientasi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Galery Lain






Sambangi KADIN, PERPRINDO Gerak Cepat Perkuat Sinergi Majukan Pasar dan Industri Perangkat Refrigerasi dan Pendingin

Komitmen PERPRINDO dalam memperkuat sinergi dengan berbagai pihak sejalan dengan upayanya memperbesar kontribusi bagi kemajuan pasar dan industri perangkat pendingin dan refrigerasi, tampak semakin nyata. Terbaru, asosiasi yang beranggotakan perusahaan pendingin refrigerasi ini menyambagi Kamar Dagang dan Industri, Senin (11/08).

Diterima bapak Achmad Widjaja selaku Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Advokasi dan Industri Anggota Luar Biasa beserta jajarannya, pertemuan ini menjadi ajang diskusi hangat dengan berbagai pokok bahasan terkait perkembangan pasar dan industri. Termasuk didalamnya, bahasan terkait kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Perwakilan PERPRINDO dalam silaturahmi ini dipimpin langsung Budi Mulia selaku Ketua Umum PERPRINDO. Turut menyertainya, Michael Budiman selaku Wakil Ketua Umum – air conditioner, Henry Sofian sebagai Wakil Ketua Umum – refrigeration, Andy Arif Widjaja sebagai Sekretaris Jendral PERPRINDO dan Noviar Hana sebagai perwakilan anggota PERPRINDO. Mendampingi seluruh perwakilan ini, Ristyani Sri Yudhiarti dan Maya dari bidang Humas dan Government Relations PERPRINDO.

Selain memberikan berbagai masukan, dalam kesempatan tersebut, Achmad Widjaja juga memberikan dukungan terhadap keberadaan PERPRINDO. Salahsatu bentuknya, KADIN dikatakannya akan menyampaikan komunikasi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang perangkat pendingin refrigerasi untuk dapat bergabung menjadi bagian PERPRINDO.

Hal ini menurutnya menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat sinergi, baik diantara pelaku usaha maupun dalam penyampaian pandangan pada pemerintah. Dengan bergabung dalam wadah bersama, menurut Achmad Widjaja, kepentingan dari berbagai pelaku usaha dapat lebih mudah tersampaikan dan terwakili.

Disisi lain, dalam kesempatan tersebut, Budi Mulia selaku ketua umum PERPRINDO, juga mengungkap rencana PERPRINDO dalam membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi. Pembangunannya menjadi bagian upaya PERPRINDO dalam meningkatkan kompetensi teknisi refrigerasi dan tata udara, sekaligus membuat keberadaannya semakin merata di berbagai daerah di Indonesia.

Menanggapi rencana ini, Achmad Widjaja memberi penekanan pada perlunya penguatan LSP yang dibentuk nanti. Hal ini perlu dilakukan, menurutnya, untuk percepatan kehadiran teknisi dengan kompetensi terstandar mengingat peran sentralnya tak hanya dalam menciptakan kepuasan, namun juga edukasi bagi pengguna.

Ke depan, PERPRINDO bakal terus membuka jalinan komunikasi dengan berbagai pihak, semakin bersinergi dalam satu visi memperkuat pasar dan industri perangkat pendingin dan refrigerasi.

Galery Lain






BNSP Sambut Baik Rencana PERPRINDO Dirikan LSP

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyambut baik rencana PERPRINDO untuk mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Hal ini terungkap dalam pertemuan antara BNSP dengan perwakilan PERPRINDO di kantor pusat BNSP di bilangan jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, 31 Juli 2025.

Mendatangi kantor BNSP, perwakilan PERPRINDO yang dipimpin Budi Mulia selaku ketua umumnya diterima langsung Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Syamsi Hari, beserta jajarannya. Ditengah paparan PERPRINDO terkait dengan rencana pembentukan LSP tersebut, Syamsi Hari memberikan sambutan baik pada rencana besar ini. Hal ini menurutnya sesuai dengan harapan pemerintah pada semakin meluasnya kesadaran dan kemandirian untuk peningkatan sertifikasi profesi di Indonesia.

Menjadi salahsatu program kerja utama PERPRINDO kepengurusan tahun 2025 – 2030, keberadaan LSP ini bakal menjadi bagian upaya peningkatan peran strategis dari asosiasi yang menaungi perusahaan pendingin refrigerasi di Indonesia ini dalam mengakselerasi kehadiran teknisi dan tenaga ahli dengan kompetensi tinggi yang tersertifikasi sesuai ketentuan pemerintah.

Tak hanya pada semakin meratanya kompetensi teknisi dan tenaga ahli refrigerasi dan tata udara di berbagai daerah, melalui keberadaan LSP bentukan PERPRINDO ini pula, harapannya akan dapat mewujudukan pendataan lebih komprehensif bagi pembinaan lanjutan untuk menciptakan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Menangkap sambutan baik dari BNSP ini, Budi Mulia menyatakan, PERPRINDO bakal melakukan percepatan pada pemenuhan berbagai persyaratan dan hal terkait administrasi pembentukan LSP ini. Sejalan dengan penugasan yang langsung diberikan pada masing-masing bagian terkait dalam PERPRINDO, juga dibarengi dengan jalinan komunikasi lebih intens dengan BNSP. Target besarnya, LSP di bawah naungan PERPRINDO bakal siap beroperasi pada tahun 2025 ini.

Turut serta sebagai perwakilan PERPRINDO dalam pertemuan dengan BNSP yaitu Michael Budiman selaku Wakil Ketua Umum – air conditioner, Henry Sofian sebagai Wakil Ketua Umum – refrigeration beserta Andy Arif Widjaja sebagai Sekretaris Jendral PERPRINDO. Keseluruhan rombongan didampingi Risty dan Maya dari bidang Humas dan Government Relations PERPRINDO.

Galery Lain






Tetapkan Kepengurusan Baru, PERPRINDO Siap Perluas Sinergi Dengan Pemerintah

Jakarta - Kepengurusan baru Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (PERPRINDO) hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) I PERPRINDO, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. Tak saja dalam kerangka membangun pasar dan industri mesin pendingin didalam negeri, sinergi ini juga terkait dengan upaya PERPRINDO untuk meningkatkan kontribusi bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan dukungan penciptaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Berbarengan dengan penguatan, kami juga akan melakukan perluasan sinergi dengan berbagai instansi terkait dalam pemerintahan,” ujar Profesor Doktor Darmadi Durianto selaku ketua Dewan Pembina PERPRINDO dalam sambutannya pada MUNAS I PERPRINDO di Jakarta (16/7). Hal ini dikatakannya seturut dengan visi kehadiran PERPRINDO sejak didirikan. “PERPRINDO hadir untuk bersatu langkah dengan pemerintah Indonesia dalam memajukan kualitas hidup masyarakat yang utamanya melalui pengembangan pasar dan industri mesin pendingin dalam negeri,” ujar Darmadi Durianto lagi yang juga duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VI.

MUNAS I PERPRINDO sendiri berlangsung di Hotel Le Meridien, Jakarta (16/7). Selain dihadiri seluruh perwakilan perusahaan pendingin dan asosiasi teknisi serta tenaga ahli refrigerasi dan tata udara yang menjadi anggotanya, forum tertinggi dalam asosiasi ini juga dihadiri perwakilan dari berbagai instansi dalam pemerintahan.

Tercatat terdapat lima kementerian yang hadir dalam MUNAS I PERPRINDO, termasuk didalamnya Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer. Hadir pula dalam acara tersebut Ronggolawe Sahuri Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian serta dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tampak Hendra Iswahyudi selaku Direktur Konservasi Energi.

Sementara dari Kementerian Lingkungan Hidup diwakili kehadiran Bitul Zulhasni sebagai Kepala Kelompok Kerja Pengendalian Bahan Perusak Ozon (BPO). Turut hadir sebagai undangan dalam acara tersebut, Sulistio sebagai Ketua Tim Kerja Peserta Didik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Beragamnya instansi pemerintah yang hadir ini menjadi bentuk dukungan besar bagi kerja kepengurusan baru PERPRINDO dalam memperkuat sekaligus memperluas sinergi kami dengan pemerintah,” ujar Budi Mulia selaku Ketua PERPRINDO terpilih dalam MUNAS tersebut untuk periode 2025 – 2030. Bersanding dengan penguatan penyelarasan langkah kebijakan dalam perdagangan dan industri, dikatakan Budi Mulia, sinergi PERPRINDO dengan kementerian terkait lain diantaranya untuk mendorong peningkatan daya saing tenaga ahli refrigerasi dan tata udara serta dukungan pada target pencapaian netralitas karbon dari pemerintah Indonesia.

Terkait dengan upaya peningkatan daya saing tenaga ahli refrigerasi dan tata udara, PERPRINDO dikatakannya, akan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Selain perlunya peningkatan kompetensi pekerjaan bagi teknisi serta tenaga ahli refrigerasi dan tata udara seiring dengan pertumbuhan pasar dan industrinya di Indonesia, menurutnya, keberadaan LSP ini juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi langkah pemerintah yang mendorong seluruh sektor usaha untuk menjalankan sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

“Dengan pembentukan LSP ini, akan mendukung langkah PERPRINDO dalam mengakselerasi peningkatan kompetensi nasional bagi teknisi dan mitra untuk berkontribusi pada pengembangan dan pertumbuhan industri,” ujar Budi Mulia lagi. Disisi lain untuk memperkuatnya, Budi Mulia menyatakan, kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan diarahkan untuk membuat PERPRINDO menjadi penghubung dan pendorong kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri.

Bersanding dengan langkah sinergi dengan pemerintah, dalam MUNAS I PERPRINDO terungkap pula upaya meningkatkan sinergi didalam organisasinya. Berbagai inisiatif yang dibuat, berpusar pada upaya mengundang keterlibatan lebih besar dari setiap pelaku usaha yang tergabung dalam PERPRINDO. “Termasuk didalamnya, kami akan membuat berbagai kajian dan berbagai forum diskusi diantara para anggota terkait dengan pasar dan industri,” ujar Andy Arif Widjaja sebagai Sekretaris Jendral PERPRINDO terpilih.

Mengimbangi langkahnya, Andy Arif Widjaja juga mengungkapkan upaya dalam program kerja yang bakal membawa PERPRINDO tak saja menjadi wadah bagi para pelaku industri, namun menjadi motor penggerak yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Hal yang bakal dilakukan dengan mengupayakan terselenggaranya aktivitas sosial bersama para anggota.

Lebih lanjut dalam paparan program kerjanya di MUNAS tersebut, Budi Mulia berharap, kehadiran PERPRINDO dapat lebih berperan tak saja bagi pelaku usaha terkait sebagai anggotanya, namun lebih berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. “Melalui perluasan sinergi dengan pemerintah dan penguatan sinergi ke dalam organisasi, kami berharap PERPRINDO akan dapat lebih mengambil peran dalam pengembangan pasar dan industri refrigerasi dan tata udara didalam negeri. Seturut dengan upaya pemerintah dalam pembangunan masyarakat Indonesia,” ujar Budi Mulia.

Galery Lain






THE LARGEST REFRIGERATION & HVAC EXHIBITION IN INDONESIA

PRE-REGISTRATION IS OPEN !!

Don't miss to visit RHVAC 2022 exhibition, expand your network and open new business opportunity in the Refrigeration, HVAC, Commercial Building industry and others.

Register yourself to the exhibition on 21 - 23 September 2022 at JIEXPO, Kemayoran - Jakarta. Click link below :
Registration Event Link
-----------------------------------------------------------
Jangan lewatkan pameran RHVAC 2022, perluas jaringan bisnis anda dan buka peluang-peluang baru di dalam dunia Refrigerasi, Tata Udara, Gedung Komersil dan banyak lagi.

Daftarkan diri anda untuk berkunjung pada tanggal 21 – 23 September 2022 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta. Klik link dibawah untuk mendaftar :
Link Pendaftaran Event

Keterangan lebih lanjut hubungi : info@refrigeration-hvacindonesia.com
perprindo.or.id © 2020 - 2026